Cinta dan Ketakutan
Pada suatu Sabtu pagi,hari dimana aku dan kamu dapat beristirahat dari kesibukan dan kelelahan dari kegiatan belajar,aku duduk di taman. Tiba-tiba aku mendengar suara sepatu yang berat yang berlainan dengan suara sepatu yang lain di taman, seorang wanita paru bayah menghampiri ku.
Ia tiba-tiba memberiku sepucuk surat penuh dengan tetesan darah,aku terkejut. Dia menyuruhku membaca surat itu sambil memasang kupingnya,surat itu aku buka dan kubaca, taak sadar itu adalah surat terakhir yang menyedihkan antara aku dan dia. Dia telah pergi untuk selamanya ,aku menangis dan meneriakkan namanya dengan keras.
Aku bingung,sembari menyaksikan si perempuan paru bayah.
Apa yang terjadi?
Kenapa engakau tidak menepati janjimu,mengapa engkau hanya memberiku sepucuk surat cinta tapi menakutkan bagiku.
Kemudian si perempuan paru bayah itu tersenyum padaku tanpa penyesalan,membuatku semakin hancur.Ia berjalan dan berkata engkau dan dia sudah selesai selamat.
Oleh: Maria Diana Hadia
Komentar
Posting Komentar